Gingerious!

Ordinary people want to be extraordinary people.

6 Jul 2012

Slice of Me #1

23-06-2012 @0:24 AM



Musik,
mungkin hanya musiklah teman terbaikku yang selalu menemaniku di saat senang merasakan indahnya dunia bahkan cinta.
di saat aku marah,marahku dapatku tahan. Di saat hati ini merasakan sedih seperti saat ini hanya musik
 yang dapat menambal rasa ini.
Kemanapun aku melangkah, aku selalu membawa earphone di kantung atau tasku. aku pasti akan selalu menggunakannya.
jika hati ini bosan dengan keadaan sekitar, dengan mendengarkan beberapa playlist dalam ponsel maupun laptopku
pasti hatiku lebih tenang dan lebih berwarna.
Terkadang mulutku mengikuti alunan musik yang mengalun melalui earphone.
semua rasa sudah menjadi satu di dalamnya, senang, sedih, bahkan marah.

Orang di luar sana bisa melihatku tertawa, tapi sampai sekarang aku masih meragukan apakah tawaku ini di dasari rasa bahagia?entah aku tak peduli dan tak ada yang peduli.

 Yang jelas aku bisa tertawa di hadapan siapapun, aku tak
 pernah mau orang lain tahu kalau aku sedih. Biar aku, diriku, Tuhan dan musik yang masih mengalun ini yang tahu.
naneun sarangi music


                                                                             - Yoon Jieun -

(Drabble Songs) Dream boy


Dream Boy

Category      : Drabble 

Author          : Yoon Jieun

Cast              : -   A pink Jung Eunji
                        -   Lee Inhoon (OC)

#NP               : Dream Boy- CN BLUE

A/N            : Seperti biasa Author buat drabble judulnya ngambil dari lagu di playlist author, bikinnya juga Cuma bentar jadi begini deh-_-,  Padahal gak ada niatan sama sekali pas bikin ini. Waktu bikin aku lagi sedih. Tapi ceritanya ga ada sedih-sedihnya, happy   readinglah! Gamsa Yeorobun^^~


Hujan menetes dari tepi atap sebuah toko. Untuk membunuh kejenuhan tanganku menengadah menangkap salah satu butiran itu, ‘Seperti orang aneh saja aku ini’,pekikku.

Seorang anak laki-laki kecil berlari tergopoh-gopoh memeluk ber-rim koran. Tubuhnya sudah kuyup, hujan memandikan tubuh mungilnya pun tak ia peduliakan - terpenting koran yang ia rengkuh tak basah di guyur hujan.

Aku iba melihatnya. Kulangkahkan kaki kiri menginjak becekan, kemudian payung milikku ku renggangkan. Segara ku berlari menuju bocah kecil itu dan ku payungi tubuh kecilnya, ku eratkan tanganku pada pundaknya. Tubuh mungilnya merinding karena menggigil, “Eondiro adik kecil?”, dia tak menjawab – manik matanya yang bulat menatapku lekat, sangat polos.

Kemudian aku berlari bersamanya ke teras sebuah kedai. Tubuhku saja begitu dingin rasanya bagaimana dengan tubuh bocah sekecil ini?kemana orangtuanya, tega sekali mereka meninggalkan anak sekecil ini di tengah hujan yang dahsyat ini?rasanya jika bertemu, ingin kumarahi habis-habisan.  Ku keluarkan handuk kecil dari ranselku lalu ku usapkan pada rambutnya yang basah, Almater yang ku kenakan kubuka dan kukenakan kepadanya.”Ne, sekarang lebih hangatkan?”, ucapku.

“Ne, Noona Kamshamida!”

Aku berjongkok agar sejajar dengan tubuhnya, “Tadi kau belum menjawab pertanyaanku,hmm?”,”kau ingin kemana?”, tanyaku lagi.

“aku ingin mengantarkan semua koran ini!”, ungkapnya lalu menunjukan tumpukan koran yang sedari tadi ia peluk.

Aku hanya ber-oh ria.”kau tak sekolah, adik kecil?”, tanyaku lagi.

“aku sekolah!”

 “lalu kenapa kau tak berangkat sekolah pagi ini?”

“aku harus menjual semua ini dulu, baru aku berangkat sekolah”

Kasihan sekali dia harus bekerja dulu sebelum sekolah, aku jadi merasa bersalah selama ini karena dengan mudahnya membuang-buang uangku. Jadi aku ini bukan apa-apa di bandingkan anak kecil ini.
Kuulurkan tangan kananku kearahnya, “Siapa namamu? Aku Jung Eunji!”

“Inhoon, Lee Inhoon imnida!”

“hmm..nama yang bagus!”, ucapku sok tua.
Sejenak kami terdiam dalam pikiran masing-masing. Tiba-tiba mulutku menyenandungkan sebuah lagu dan memecahkan keheningan.

 Gomshemarig a hanji beiju
appa gom, omma gom..
baru aku mau menyanyikan lirik selanjutnya , Inhhon meneruskan liriknya.

 “Aegi gom !”

“Appa gomu tungtunghe” ,nyanyinya.

“Omma gomu seksihe”, nyanyiku tak mau kalah.

“Aegi gomu hoksi sirawa”, nanyinya lagi.

“Hiksuk, hiksuk charanda!!”, senandung kami bersamaan , Kamipun tertawa bersama dan bertepuk tangan bangga telah menyelesaikan lagu ini bersama .

Tak terasa hujan pun mereda. Saatnya aku harus berpisah dengan bocah kecil ini, sedih juga rasanya. Padahal kami baru bertemu lima menit yang lalu. Kebetulan bus menuju ke Sekolahku sudah tiba, lalu aku menengadah ke arahnya.

“kita harus berpisah!”, ucapku tak rela.

“ne, gomawo noona!”, ucapnya mengembalikan almaterku.

“Annyeong Gyeoseyo, Inhoon –ssi!”

“Annyeong noona!”, balasnya sambil melambaikan telapak tangannya.

Tiba-tiba dari kejauhan dia berteriak,”NOONA, KITA PASTI AKAN BERTEMU JIKA KITA KITA BERDUA SUDAH SUKSES NANTI!”

Aku hanya menganga bingung, kenapa anak itu bisa berbicara seperti itu. Sampai tiba di sekolah pun aku masih memikirkan kata-kata anak itu.’jangan-jangan anak itu bukan manusia!’. Celotehku  dalam hati. Bulu kudukku jadi merinding.

“AIGOO, NANEUN MICHIGYESO!”,teriak Eunji sendiri.

Anak-anak di kelasnya hanya bisa memandang Eunji bingung. ~FIN~ Nb: aneh yaa ceritanya, rada gaje gmn gitu mian readers, Author buatnya jam 2 malem *emg nanya?* niatnya aku pengen buat sequel tapi belom dapet titik terang -_- *author byk mau*

FIN~~
Gaje? aneh?  Mian juga kalo masih banyak typo, drabble ini hanya sekedar pengisi sunyi..
Gamsa yang udah mampir baca^^
Jjang~

21 Jun 2012

PIC : B1A4 #1


I Heart you
Me, like a duck?
We are RADJA FC!!* -___-

Aiish, So itchy!!!

I want to sing for you~

COME TO PLAY  HIDE AND SEEK !!!

fuuhh... Bubble bubble~


Dancing with us, like this!

two children are enough!